Translate

Jumat, 05 Juni 2015

WACAN EKSPOSISI Wacan Eksposisi yaiku salah sawijining wacana sing bisa mbudidaya ngandharake pokok pikiran sing tujuane njembarake wawasan utawa pangerten sing maca. Ciri-ciri wacan eksposisi: Arupa wacan informasi. Ana gambar, grafik, karo tabel sing magepokan karo isi wacan. Wasananing wacan ana penjelasan. Wacan eksposisi adate digunakake kanggo mbabar kaweruh utawa ilmu, definisi, pangerten, cak-cakan sawijining kegiatan, metode, cara, lan proses dumadi sawijining kakadeyan utawa bab. Tuladha Wacan Eksposisi: Sejarah basa jawa, Cara gawe roti, dll. Jenis Wacan eksposisi: Wacan sing nuduhake proses. Wacan sing nuduhake tuladha. Wacan sing nuduhake sebab akibat. Carane nulis wacan eksposisi: Nemtokake underane (Tema) perkara. Nemtokake tujuwan. Ngumpulake data saka maneka sumber. Nyusun cenkorongan (Kerangka) sing cocok karo underan sing dipilih. Ngrembakakake (Mengembangkan) Cengkorongan dadi paragraf eksposisi. Jenis Paragraf eksposisi: Eksposisi Definisi Eksposisi Klasifikasi Eksposisi Klasifikasi Eksposisi ilustrasi Eksposisi Perbandingan Eksposisi Laporan Contho Wacana Eksposisi Basa Jawa – Cara Nggawe Sup Jagung CARA NGGAWE SUP JAGUNG SPESIAL BAHAN : 2 Jagung legi, dipipil 2 Wortel, diiris kothak-kothak 3. 5 Sosis ayam utawa sapi, diiris tipis-tipis 4. 1 Bawang bombay, diiris tipis 5. 2 Godhong bawang, diiris alus 6. 3 sdm sagu, diencerake nganggo 50 cc banyu 7. 1 endhog pitik, dikocok 8. 1,5 liter banyu utawa kaldhu BUMBU : 3 Bawang putih dialusake 2 sdm kecap asin 3 sdm saus tiram Uyah, gula, lan mrica sacukupe CARANE NGGAWE : Bawang putih ditumis nganggo sethithik lenga goreng nganti wangi. Bawang bombay dicemplungake, diudhak nganti setengah mateng, banjur ditambahi jagung legi, wortel, lan kaldu nganti umup. Cemplungna kecap asin, saus tiram, gula, uyah, lan mrica. Cemplungna sosis, banjur dimasak nganti kabeh mateng. Tambahna banyu sagu lan terus diudhak. 6. Tambahna kocokan endhog sinambi diudhak, pateni genine banjur diwur- wuri godhong bawang.

Senin, 19 Januari 2015

Aku menulis ini untukmu

aku menulis ini untukmu. Untuk semua tawa yang sudah kamu buat dan untuk ingatanku yang sudah kamu ikat.
Aku tidak menyesali semuanya meski pada akhirnya kita tidak bisa bersama. Kamu sudah pernah membuatku tertawa, itu sangat cukup, lebih dari cukup. Dan aku juga menikmati setiap perbincangan kita, menikmati proses menunggu pagi setiap hari agar selalu bisa berbincang denganmu lagi, menikmati ceplas-ceplosnya kamu, menikmati komentar kamu tentang berbagai hal di depanmu. Kita pernah memiliki waktu yang sangat menyenangkan berdua, bersama. Aku menulis ini untukmu. Untuk semua perbincangan kita yang bisa aku ingat dan untuk perpisahan kita yang pernah membuat matamu sembab. Aku masih akan menyimpanmu di bergiga-giga byte memori di kepalaku. Suatu saat mungkin akan tertumpuk dengan memori baru tentang orang lain, bahagia lain, atau peristiwa lain. Tapi memori itu di sana, tetap di sana, karena aku tidak pernah menghapusnya. Dan mungkin akan muncul begitu saja seperti sudah diciptakan secara otomatis ketika mendengar lagu kita berdua atau film yang pernah kita tonton. Tapi kenangan hanya kenangan, bukan? Tidak pernah menjadi masa depan. Aku menulis ini untukmu. Untuk semua kalimat yang pernah atau belum aku ucapkan dan untuk perpisahan kita meski kita tidak pernah menginginkannya. Karena kalau Tuhan berkata tidak, seberapapun jatuh cintanya kita berdua, Tuhan akan memisahkannya. Jadi, ini. Kita harus menerimanya. Seberapapun pahitnya. Suatu hari nanti, kalau Tuhan berkenan, mungkin kita akan dipertemukan lagi bersama kebahagiaan kita sendiri-sendiri. Mungkin itu cara Tuhan mengajarkan kepada kita, bahwa kebahagiaan itu bukan satu jalan, bukan satu orang, tapi ada banyak jalan, dan ada banyak orang yang memiliki kesempatan yang sama untuk membuat kita berbahagia. Bahagia selalu datang tepat waktu. Mungkin kitanya yang selalu terburu-buru mengartikan kalau bahagianya sudah datang, sementara menurut Tuhan belum. Hanya sebuah batu loncatan untuk belajar membina hubungan, sebelum orang yang benar-benar diciptakan untuk kita, didatangkan.